Keutamaan Membaca Dzikir Pagi dan Petang Beserta Dalil Shahihnya

Di antara amalan yang paling dicintai Allah ﷻ dan paling bermanfaat bagi seorang hamba adalah dzikir pagi dan petang (adzkar al-sabah wal masa’). Amalan ini merupakan benteng spiritual yang menyelimuti seorang Muslim sejak ia memulai hari hingga ia menutupnya di penghujung sore.

Berbeda dengan ibadah-ibadah yang membutuhkan syarat dan rukun tertentu, dzikir pagi dan petang dapat diamalkan oleh siapa saja — tua maupun muda, sehat maupun sakit, dalam perjalanan maupun di rumah — selama lisan dan hati masih bisa mengingat Allah ﷻ.

Artikel ini menyajikan keutamaan dzikir pagi dan petang secara lengkap, dilengkapi dengan dalil-dalil shahih dari Al-Qur’an dan hadits Nabi ﷺ, serta penjelasan para ulama.


Pengertian Dzikir Pagi dan Petang

Dzikir pagi (adzkar al-sabah) adalah kumpulan bacaan yang dibaca setelah shalat Subuh hingga terbit matahari, atau lebih tepatnya hingga matahari naik setinggi satu tombak (sekitar pukul 06.00–07.00).

Dzikir petang (adzkar al-masa’) adalah kumpulan bacaan yang dibaca setelah shalat Ashar hingga terbenam matahari (sekitar pukul 15.30–18.00).

Keduanya disebut juga sebagai “dua waktu yang diapit” — yakni antara terbit dan terbenamnya matahari — yang Allah ﷻ sendiri menyebutnya secara khusus dalam Al-Qur’an.


Dalil dari Al-Qur’an

1. Perintah Berdzikir di Dua Ujung Siang

Allah ﷻ berfirman:

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

“Dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.”

— (QS. Ghafir: 55)

2. Perintah Berdzikir di Pagi dan Petang

Allah ﷻ berfirman:

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”

— (QS. Al-A’raf: 205)

3. Dzikir Sebagai Ketenangan Hati

Allah ﷻ berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

— (QS. Ar-Ra’d: 28)

4. Keutamaan Orang-orang yang Banyak Berdzikir

Allah ﷻ berfirman:

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”

— (QS. Al-Ahzab: 35)


Dalil dari Hadits Shahih

1. Dzikir Pagi Petang Sebagai Pelindung

Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ: بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، ثَلَاثَ مَرَّاتٍ؛ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ»

“Tidaklah seorang hamba yang mengucapkan di setiap pagi dan petang: ‘Bismillahilladzi laa yadurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa laa fis sama’i wa huwas sami’ul ‘alim’ sebanyak tiga kali, maka tidak ada sesuatu pun yang akan memudharatkannya.”

📚 HR. Abu Dawud (no. 5088), At-Tirmidzi (no. 3388) — Shahih


2. Dzikir yang Lebih Utama dari Sedekah dan Jihad

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

«أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ؟ قَالُوا: بَلَى. قَالَ: ذِكْرُ اللَّهِ»

“Maukah aku beritahukan kepada kalian amalan yang paling baik, paling suci di sisi Tuhan kalian, paling tinggi derajatnya, lebih baik bagi kalian dari menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik dari kalian bertemu musuh lalu kalian tebas leher mereka dan mereka tebas leher kalian?” Para sahabat menjawab: “Tentu.” Beliau bersabda: “Dzikir kepada Allah.”

📚 HR. At-Tirmidzi (no. 3377), Ibnu Majah (no. 3790) — Shahih


3. Bacaan Sayyidul Istighfar di Pagi Hari

Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

«سَيِّدُ الِاسْتِغْفَارِ أَنْ تَقُولَ: اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ… مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ»

“Barangsiapa mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum petang, maka ia termasuk ahli surga. Dan barangsiapa mengucapkannya di malam hari dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum pagi, maka ia termasuk ahli surga.”

📚 HR. Al-Bukhari (no. 6306) — Shahih


4. Keutamaan Membaca Ayat Kursi Setiap Pagi dan Petang

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةَ إِلَّا أَنْ يَمُوتَ»

“Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian.” > > 📚 HR. An-Nasa’i (As-Sunan Al-Kubra), Ibnu Hibban — Shahih


5. Keutamaan Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Dari ‘Abdullah bin Khubaib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

«قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ»

”(Bacalah) ‘Qul huwallahu ahad’ dan dua surat Al-Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas) ketika petang dan pagi sebanyak tiga kali, niscaya keduanya mencukupimu dari segala sesuatu.”

📚 HR. Abu Dawud (no. 5082), At-Tirmidzi (no. 3575) — Hasan Shahih


6. Dzikir Pagi Petang Mengundang Shalawat Malaikat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِئَةَ مَرَّةٍ، لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ»

“Barangsiapa mengucapkan ‘Subhanallahi wa bihamdih’ seratus kali di pagi dan petang hari, maka tidak ada seorang pun yang datang pada hari kiamat dengan membawa sesuatu yang lebih utama darinya, kecuali orang yang mengucapkan yang semisal atau lebih banyak.”

📚 HR. Muslim (no. 2692) — Shahih


Keutamaan-keutamaan Dzikir Pagi dan Petang

1. Perlindungan dari Gangguan Setan dan Kejahatan

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa dzikir tertentu di waktu pagi dan petang menjadi benteng tak kasat mata yang melindungi pembacanya dari godaan setan, sihir, ain (pandangan hasad), dan segala keburukan. Ini termaktub dalam banyak hadits, di antaranya hadits dari ‘Utsman bin Affan di atas.

2. Penghapus Dosa dan Kesalahan

Dzikir seperti istighfar, tasbih, dan tahmid yang diamalkan di pagi dan petang menjadi sebab dihapusnya dosa-dosa seorang hamba. Allah ﷻ berfirman:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

“Dan dirikanlah shalat pada kedua ujung siang dan pada bagian-bagian malam. Sungguh, kebaikan-kebaikan itu menghapus kejahatan-kejahatan.”

— (QS. Hud: 114)

3. Ketenangan Jiwa dan Keberkahan Hari

Orang yang memulai harinya dengan dzikir kepada Allah ﷻ akan merasakan ketenangan yang berbeda. Hatinya tidak mudah gelisah, fikirannya tidak mudah kacau, dan hari-harinya terasa lebih ringan dan berkah — karena ia telah menyerahkan dirinya kepada Allah sejak awal hari.

4. Mendapat Shalawat dari Allah dan Para Malaikat

Berdzikir kepada Allah termasuk sebab turunnya rahmat dan shalawat dari Allah ﷻ serta malaikat-malaikat-Nya. Allah ﷻ berfirman:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.”

— (QS. Al-Baqarah: 152)

5. Amalan yang Paling Ringan dan Paling Berat Timbangannya

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai oleh Ar-Rahman: Subhanallahi wa bihamdih, Subhanallahil ‘adzim.”

📚 HR. Al-Bukhari (no. 6682) dan Muslim (no. 2694) — Shahih

6. Pahala yang Setara dengan Memerdekakan Budak

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda tentang keutamaan membaca Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, dan Allahu Akbar 34x setelah shalat:

“Barangsiapa yang membacanya, dosa-dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.”

📚 HR. Muslim (no. 597) — Shahih

7. Sebab Masuk Surga

Sebagaimana dalam hadits Sayyidul Istighfar di atas, membaca dzikir tertentu di pagi hari dengan keyakinan penuh, kemudian ia meninggal di hari itu, maka ia dijamin masuk surga. Ini menunjukkan betapa agungnya nilai amalan ini di sisi Allah ﷻ.


Dzikir-dzikir Utama di Pagi dan Petang

Berikut ringkasan dzikir-dzikir yang memiliki dalil shahih untuk diamalkan:

No Dzikir Jumlah Dalil
1 Ayat Kursi 1x HR. An-Nasa’i — Shahih
2 QS. Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas 3x HR. Abu Dawud — Hasan Shahih
3 Sayyidul Istighfar 1x HR. Al-Bukhari — Shahih
4 Subhanallahi wa bihamdih 100x HR. Muslim — Shahih
5 Laa ilaha illallah wahdahu… 10x (pagi) HR. Muslim — Shahih
6 Bismillahilladzi laa yadurru… 3x HR. Abu Dawud — Shahih
7 Asbahna wa asbahal mulku lillah… 1x HR. Abu Dawud — Shahih
8 Allahumma bika ashbahna… 1x HR. Abu Dawud — Hasan
9 Raditu billahi rabba… 3x HR. Abu Dawud — Shahih
10 Ya Hayyu ya Qayyum… 3x HR. At-Tirmidzi — Hasan

Waktu yang Tepat untuk Membaca Dzikir

Dzikir Pagi

  • Awal waktu: Setelah shalat Subuh
  • Akhir waktu: Sebelum matahari terbit, namun boleh hingga matahari naik setinggi tombak
  • Waktu utama: Selesai shalat Subuh sebelum berbicara dengan orang lain

Dzikir Petang

  • Awal waktu: Setelah shalat Ashar
  • Akhir waktu: Sebelum matahari terbenam
  • Waktu utama: Antara Ashar dan Maghrib

Catatan Ulama: Imam Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Al-Qayyim rahimahumallah menjelaskan bahwa waktu dzikir pagi adalah sepertiga akhir malam hingga terbit matahari, sedangkan dzikir petang adalah dari tergelincirnya matahari hingga separuh malam.


Adab dalam Membaca Dzikir Pagi dan Petang

  1. Menghadirkan hati — membaca bukan sekadar lisan, namun dengan memahami makna dan merasakan kehadiran Allah ﷻ
  2. Dalam keadaan suci — dianjurkan berwudhu meskipun bukan syarat sahnya
  3. Memilih tempat yang tenang — agar lebih khusyu’ dan tidak terganggu
  4. Membaca dengan tartil — tidak terburu-buru
  5. Konsisten (istiqamah) — amalan yang kecil namun rutin lebih dicintai Allah daripada amalan besar yang terputus

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang paling rutin dilakukan, meskipun sedikit.”

📚 HR. Al-Bukhari (no. 6465) dan Muslim (no. 783) — Shahih


Penjelasan Para Ulama

Imam Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyyah

Dalam kitabnya Al-Wabil Al-Shayyib, Imam Ibnu Al-Qayyim menjelaskan bahwa dzikir pagi dan petang bagaikan senjata bagi seorang prajurit — semakin tajam senjatanya dan semakin kuat pemegangnya, maka semakin efektif ia dalam menghadapi musuh. Dzikir adalah senjata menghadapi setan, dan kekuatannya bergantung pada kehadiran hati saat membacanya.

Imam An-Nawawi

Dalam Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menegaskan bahwa dzikir pagi dan petang termasuk sunnah muakkadah yang sangat ditekankan. Beliau mengumpulkan ratusan dzikir beserta sanadnya dalam kitab tersebut sebagai panduan bagi kaum Muslimin.

Imam Ibnu Taimiyyah

Beliau menyebut dzikir pagi dan petang sebagai “makanan ruh” — sebagaimana tubuh membutuhkan makan di pagi dan petang, ruh pun membutuhkan dzikir kepada Allah ﷻ di dua waktu tersebut agar tetap sehat dan kuat.


Kesimpulan

Dzikir pagi dan petang adalah amalan yang:

  • Diperintahkan langsung oleh Allah ﷻ dalam Al-Qur’an
  • Dicontohkan dan dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ dengan hadits-hadits shahih
  • Berfungsi sebagai pelindung dari gangguan setan, sihir, dan keburukan
  • Sebab penghapus dosa dan pembuka pintu keberkahan hari
  • Ringan diamalkan namun luar biasa besar pahalanya di sisi Allah ﷻ

Tidak ada alasan bagi seorang Muslim untuk meninggalkan amalan semulia ini. Mulailah dengan yang mampu, konsistenlah, dan niatkan karena Allah semata. Semoga Allah ﷻ menjadikan lisan kita senantiasa basah dengan dzikir kepada-Nya.

وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

“Dan sungguh, mengingat Allah (dzikir) adalah lebih besar (keutamaannya).”

— (QS. Al-‘Ankabut: 45)


Wallahu a’lam bish-shawab.


Referensi Utama: - Al-Qur’an Al-Karim - Shahih Al-Bukhari, Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari - Shahih Muslim, Imam Muslim bin Al-Hajjaj - Sunan Abu Dawud, Imam Abu Dawud As-Sijistani - Sunan At-Tirmidzi, Imam Muhammad bin Isa At-Tirmidzi - Al-Adzkar, Imam Yahya bin Syaraf An-Nawawi - Al-Wabil Al-Shayyib, Imam Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyyah - Hishnul Muslim, Syaikh Sa’id bin Wahf Al-Qahtani - Al-Qur’an dan Terjemahnya, Kementerian Agama RI